Selasa, 06 Juni 2017

Kajian 002 _ Musholla AL A'raaf


Bersama Ustadz Habit Luthfi,Lc

Selasa, 23 Mei 2017

Pangeling-Ngeling

Sewaktu sekolah dulu, saya pernah punya seorang kawan yang begitu kritis terhadap rohis dan program program keislaman. Jangankan pada mbak dan abang alumni yang jadi pembina, sama guru agamanya aja dia berani mempertanyakan banyak hal yang gak pernah ditanyakan murid murid lainnya.

Siapa yang sangka,

Beberapa tahun kemudian, ia muncul jadi aktivis terdepan. Paling bersemangat mendatangi kajian. Otak cerdasnya menaruh kontribusi besar pada semaraknya acara keislaman di sekolah? -acara yang dulu ia begitu alergi terhadapnya-.

Ada pula kebalikannya.

Dulu yang terdepan soal menasihati dalam kebenaran dan kesabaran. Yang rutin mengajak datang pengajian. Yang setiap malam rajin berbagi nasihat lewat sms singkat menyejukkan.

Siapa yang sangka, hari ini ia ada di posisi berkebalikan. Sibuk menyerang sana sini dan mudah terpancing dengan isu sepele yang gak perlu diperdebatkan. Kemudian bersuara kritis pada banyak hal mendasar yang sudah Allah tetapkan sebagai fitrah dalam kehidupan.

Belum final.

Kita semua belum final.
Kondisi (iman) kita hari ini pun belum final.

Ada yang dulu memusuhi, berbalik jadi teman seperjuangan sejati.

Ada yang dulu berjalan bersama disini, tapi kemudian sekarang hobinya mencaci tanpa solusi.

Ada yang dari dulu hanif, dan sampai saat ini mampu mempertahankan kelurusan fitrahnya di agama ini.

Ada yang dari dulu sampai sekarang, memilih untuk berada di posisi membenci dan mengkritik tanpa henti.

Kita belum final.

Kita semua belum final.

Adalah Umar bin Khattab yang dulu pernah berlari demi bisa membunuh Rasulullah, lalu kemudian berbalik menghabiskan sisa umurnya menemani Rasul, berlari menuju ridha-nya Allah.

Tapi ada pula sekumpulan yang sudah dianggap kawan, lalu justru berlari pergi meninggalkan Rasul ketika perang uhud ada di hadapan.

Tentu, kita pun tak pernah kehabisan kisah menakjubkan seperti Abu Bakar yang sedari awal risalah turun sudah memutuskan untuk jadi yang paling terdepan dalam membenarkan.

Kita belum final.

Kita semua belum final.

Ada perintah untuk saling menasihati dalam kebenaran. Dengan cara cara yang baik. Karena seringkali nasihat tertolak bukan karena kebaikan isinya, tetapi karena buruknya cara penyampaiannya.

Ada perintah untuk saling menasihati dalam kesabaran. Karena mempertahankan apa yang diyakini, butuh ditemani kesabaran yang panjang dan indah. Karena berkenalan dengan banyak paham dan bacaan, untuk kemudian membuat kita semakin yakin dengan apa yang kita pegang -alih alih sebaliknya-, tidak pernah mudah.

Belum final.

Kita semua belum final.

Menulis adalah mengingatkan diri sendiri, agar bisa dibaca berulang lagi di kemudian hari..

Senin, 22 Mei 2017

CARA MENAMPILKAN FORMAT TANGGAL DI MAIL MERGE MS WORD


Pernah mengalami data tanggal atau format angka, tidak sesuai dengan yang kita inginkan, misalnya ingin menampikan tangal 29 Juli 2014 tetapi munculnya 29/07/2014 atau sebaliknya dan misal angka 1250000 ingin ditampilan 1.250.000. Inilah cara memformat dalam word atau dokumennya:
  1. Pada dokumen word, untuk menampilkan kode field atau field data dengan cara tekan Alt+F9, semua field akan tampil dengan kode, misalnya { MERGEFIELD Tanggal } ini pada field Tanggal, untuk mengembalikan tekan kembali Alt+F9
  2. Kemudian tambahkan setelah nama field dengan format yang diinginkan misalnya { MERGEFIELD Tanggal \@ " dd MMMM yyyy" } untuk menampilkan 29 Juli 2015
Mudah bukan ?
Format ini dapat diubah sesuai dengan kebutuhan termasuk format angka, sesuai dengan format cell yang ada pada excel.
Contoh:
  1. Untuk menampilkan format angka ribuan dengan titik 1234567 menjadi 1.234.567 adalah { MERGEFIELD Angka \# #.### } 
  2. Untuk menampilkan angka ribuan dengan 2 angka dibelakang koma, 123456,78 menjadi 123.456,78 adalah { MERGEFIELD Angka \# #.###,00 }
dan lain sebagainya

Selasa, 09 Mei 2017

Waskon1


Rehat dari rutinitas setelah d sibukkan dengan Amnesti, spt ..Kita kumpul2 n maksi barengan..

Makasih semuanya , tetep semangat n kekeluargaan..Solid waskon1

Kamis, 20 April 2017

Sebuah Cerita Inspirasi

*"Cerita Fiksi"

Ada sebuah keluarga PNS sederhana. Bapaknya kerja di pemda urusan perijinan, istrinya ibu rumah tangga biasa. Seumur2, 40 tahun bekerja sebagai PNS, tidak sekalipun minta uang, menyulitkan orang lain. Justeru sebaliknya bekerja tepat waktu, selalu berusaha memenuhi janji, memudahkan orang lain, takut sekali telah mengambil hak orang lain.

Saat tua, masa-masa muda yg penuh kesempatan berlalu begitu saja, 40 tahun bekerja, apa yg dia dapat? Hasilnya ya begitu2 saja. Rumah sederhana, motor tua sering ngadat, tabungan tak ada, hanya uang pensiun.

Tetapi hidup ini tidak pernah tertukar, Kawan. Satu mili pun tidak. Anak mereka, 6 orang, semua berhasil. Lulusan luar negeri, memiliki profesi baik, punya keluarga baik, cucu2 yg pintar, cantik, tampan, ilmu agama mumpuni, saleh, hidup berkecukupan, 6 orang anaknya sukses. Semua kejujuran, kemudahan dan pertolongan yg diberikan bapak PNS ini mantul, membal, kembali kepada anak2nya. Si sulung ingin daftar S1, banyak sekali yg bantu, anak nomor 2 ingin memulai bisnis, tidak terhitung kemudahan terbuka. Bahkan urusan sepele, saat anak2 mereka masih kecil, dan jatuh sakit, meski hidup sederhana, semua pintu pertolongan seperti terbuka begitu saja. Menakjubkan. Dan itu baru di dunia, kita tidak tahu, akan seberapa besar membal, mantul, kembalinya semua kebaikan bapak PNS ini kelak di akherat kepadanya.

Keluarga sederhana ini, di dunia bahagia, kelak di akherat juga bahagia.

Nah, begitu pula sebaliknya dgn semua keburukan. Bagi orang2 yang korup. Hidup ini tidak pernah tertukar. Jadi mari direnungkan, dicamkan, diyakini. Tidak perlu dikomen panjang lebar. Silahkan share kemana2, kemana2, jika merasa ada manfaatnya.

*repos catatan lama

TereLiye